SUBNETING
MEMANFAATKAN
RUMUS
Diberikan sebuah net work-ID, terdapat 3 parameter
yang dapat digunakan agar dapat memahami
sub etting. Jika salah satu parameter berikut diketahui, maka dua parameter
lain dapat dengan mudah ditemukan, yaitu :
a. Jumlah
host persubnet (hps)
b. Jumlah
subnet (s)
c. Subnet
mask
Sebelum melanjutkan bagian ini, pastikan anda
memahami dengan baik pembagian kelas IP address serta subnet mask default untuk
masing” kelas tersebut.
Contoh 1
Diberikan jumlah host per subnet dan network –ID:
Network- ID :172.16.0.0
Adalah host/subnet yang diinginkan :4000
a. Tentukan
kelas IP address dari network – ID dalam kasus ini adalah kelas B yang
memberikan subnet mask default 255.255.0.0 yang menunjukan bahwa network –ID
tersebut mempunyai 16 bit host yang dapat dipakai, total 2^16=65536 alamat
tersebut termasuk alamat broadcast dan network – ID.
b. Jumlah
host per subnet sesungguhnya yang dapat dibuat merupakan 2 pangkat n da
selanjutnya dikurangi 2 dalam kasus ini adalah 4094, dapat dari 2^ 12 – 2 dan
nilain ini disebut hhps.
c. Hitung
jumlah subnet yang diperoleh dengan :
S=a/(hps+2)=65536/(4094+2)=16
A merupakan jumlah total host – ID
yang diperoleh sebelum subnet
d. Untuk
mendapatkan subnet mask , hitung jumlah bit yang dipakai host (h)
2^ h = hps +2
2^ h =4096
Log2 (2^ h)= log2
(4096)
H = 12
Dalam biner nilai diatas akan
memberikan subnet mask :
11111111 . 11111111 . 11110000 .
00000000 → 12 bit terkanan 0 dalam notasi desimal bertitik ditulis =
255.255.240.0
e. Hitung
jumlah bit yang di mask dengan m =32 – h
= 32 – 12 =20, dimana 32 merupakan jumlah bit total pada subnet mask dan m
merupakan jumlah bit total pada subnet dan m merupakan jumlah bit yang di mask,
bit yang bernilai 1. Jadi, dalam notasi CIDR akan ditemukan bahwa network – ID
dapat ditulis 172.16.0.0/20. Disini jelas bahwa 20 merupakan jumlah bit pada
subnet mask yang bernilai 1.
Contoh 2
Diberikan informasi berikut :
Network – ID : 172.16.0.0
Jumlah subnet yang diinginkan : 13
a. Seperti
contoh sebelumnya, tentukan kelas network – ID di atas.
b. Jumlah
subnet sesungguhnya yang akan terbentuk adalah 2 pangkat n , dalam kasus ini
2^4=16, jadi nilai s=16
c. Hitung
subnet mask dengan menentukan berapa banyak bit yang diperlukan untuk
mendapatkan nilai 16, misalnya emb
2^ emb = s
2^ emb = 16
Log2(2^
emb) =log2 (16)
Emb
= 4
d.
Jumlah
total bit yang dimask (m) adalah jumlah bit dafault yang dimask dalam kelas
yang digunakan ditambah jumlah ekstra bit dimask
M
= 16+4 =20
Didalam
biner dapat ditulis :
111111
. 11111111 . 11110000 . 00000000
→
20 bit paling kiri yang bernilai 1 sehingga dalam notasi desimal bertitik
didapat subnet mask : 255.255.240.0 atau
jika ditulis dalam notasi CIDR network – ID menjadi 172.16.0.0/20
e.
Untuk
memperoleh jumlah host per subnet diperlukan jumlah bit host – ID (h), dimana h=32
-20 = 12
Hps
= 2^ h -2
Hps
= 2^ 12 -2
Hps
= 4094
Contoh
3
Jika
diberikan suatu netwrok – ID dlam notasi
CIDR 172.16.0.0/20, maka anda dapat menetukan :
a.
Jumlah
subnet (s) :
Emb ( jumlah bit
tambahan yang di mask yaitu jumlah bit host –ID yang di mask) = jumlah bit
benilai 1 – jumlah bit yang di- mask pada default subnet kelas IP 172 .16.0.0
Emb = 20 -16
Emb = 4
S = 2^ emb
S = 2^ 4
S = 16 ← jumlah subnet
b.
Jumlah
host per subnet (hps):
Jumlah bit host
– ID setelah dimask (h) atau bit host ID yang bernilai 0 = jumlah total bit
subnet mask – jumlah bit subnet mask yang bernilai 1 setelah dimask.
H = 32 – m
H = 32 – 20 = 12
← bit host ID
Hps = 2^ h – 2
Hps = s^ 12 – 2
Hps = 4094
Contoh kasus :
Sebuah
perusahaan memperoleh IP network kelas A 64.0.0.0 ( subnet mask default
255.0.0.0). sebagai administrator jaringan disebuah perusahaan tersebut, anda
diminta membuat jaringan kecil (subnet) sebanyak banyaknya dengan syarat setiap
subnet yang dihasilkan harus dapat menampung 300 host.
Network ID : 64.0.0.0
Default subnet
mask :255.0.0.0
Host/subnet
(hps) : 300
Dengan
memanfaatkan rumus sebelumnya diperoleh :
a.
Sudah
diketahui bahwa kelas A dapat mempunyai sebanyak 16.777.216 alamat host atau
sebut saja a.
b.
Untuk
membuat sebuah subnet yang dapat menampung sekurang”nya 300 host (workstation),
maka anda harus mencari nilai terdekat dari 2^ n , yaitu 2^ 9 yang menghasilkan
nilai 512. Artinya subnet yang sedang dirancang akan mampu memberikan IP
address kepada maksimal 510 host, 2 IP address dipakai sebagai subnet ID dan
alamat broadcast subnet.
c.
Jumlah
subnet yang dapat dibuat adalah :
S=
a/ (hps+2) = 16.777.216/512 = 32. 768
Artinya
dengan tiap” subnet menampung 300 atau 510 host, maka akan diperoleh sebanyak
32.768 subnet.
d.
Setelah
melakukan subnetting, subnet mask default tentu ikut berubah :
2^h=hps+2
2^h=512
H=
9 ← jumlah bit subnet mask bernilai 0 dalam biner dalam biner dapat ditulis :
11111111
. 11111111 . 11111110 . 00000000
←
9 bit kanan 0
Subnet
mask baru : 255.255.254.0
Jumlah
bit subnet mask yang bernilai 1 (m) adalah 23, dan jika network ID 64.0.0.0
ditulis dalam notasi CIDR didapat 64.0.0.0/23
e.
Perhatikan
nilai okter pertama pada subnet mask yang tidak bernilai 255, dalam kasus di
atas bernilai 254, dan sebut saja y=254. Maka diperoleh nilai
i=256-y=256-254=2←
nilai increment
cara
lain untuk mendapatkan nilai increment (kenaikan range IP address) dapat
dilihat pada contoh subnetting manual dengan mengubah nilai y (254)ke notasi
biner , yaitu 11111110. Nilai desimal bit bernilai 1 yang terkecil merupakn
nilai increment, yaitu 2, ingat
128 64 ...4
2 1.
Cara
terakhir dalam menentukan increment adalah dengan melihat beberapa jumlah oktet
pada subnet mask yang semua bit-nya bernilai 0, telat diketahui bahwa hanya ada
satu oktet yang memenuhi syarat tersebut
yaitu okte terakhir katakanlah variabel z. Cara ini hanya berlaku jika z
tidak 0.
i=
(hps+2)/(256z)
i=512/256
i=
2
akhirnya
diperoleh subnet” berikut ( lebih 32 ribu subnet):
64.0.0.0
64.0.2.0
64.0.4.0
64.0.8.0
64.0.10.0
...
64.0.248.0
64.0.250.0
64.0.252.0
64.0.254.0
64.1.0.0
64.1.2.0
64.1.4.0
64.1.6.0
64.1.8.0
64.1.10.0
...
64.254.248.0
64.254.250.0
64.254.252.0
64.254.254.0
64.255.0.0
64.255.2.0
64.255.4.0
64.255.6.0
...
64.255.246.0
64.255.264.0
64.255.250.0
64.255.252.0
64.255.254.0
Kenaikan
diatas memang berbeda dengan sebekumnya. Ini terjadi karen subnet mask yang
terbentuk merupakan subnet mask kelas B (terdapat dua oktet bernilai penuh 1, 255.255.254.0),
sehingga kenaikan nilai 2 dilakukan sampai pada oktet ke -3 (oktet ke -2 dan ke-3) IP network .
seandainya subnet mask masih mengarah pada kelas A , maka kenaikan terjadi
hanya pada oktet ke-2 IP network.
Pengertian
subnetting dan contoh menghitung
Subneting
merupakan suatu teknik yang memungkinkan administrator jaringan memecah suatu
jaringan ke dalam beberapa jaringan yang lebih kecil
Keuntungan melakukan subnetting :
1.
Menyederhanakan
administrasi dengan bantuan router,jaringan dapat di pecah ke dalam bagian
bagian lebih kecil yang dapat dikelola dengan mudah dan effisien
2.
Perubahan
struktur jaringan internet tidak berdampak pada jaringan dari suatu organisasi
dapat terus menggunakan ip addres yang di dapat tanpa harus meminta tambahan
blok ip baru
3.
Keamanan jaringan yang lebih baik .subnetting
memungkinkan suatu organisasi memisahkan suatu jaringan internal sehingga tidak
akan mudah terdeteksi dari luar
4.
Pembahasan
lalu lintas jaringan dengan bantuan router dan subnetting lalu lintas data
dalam jaringan di minimumkan ,
Satu contoh
kasus di perlukan subnetting adalah sebuah perusahaan memperoleh ip addres
network kelas B
130.0.0.0,0
dengan ip network tersebut maka terdapat sebanyak 60.534(2A16-2)
alamat ip yang dapat di pasang pada peralatan atau komputeryang terkoneksi ke
jaringan yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah
host lebih 65.000 tersebut,Suatu hal yang tidak mungkin jika anda harus
menempelkan komputer sebanyak itu pada suatu lokasi jika anda hanya menggunakan
1000 komputer pada suatu gedung berlantai banyak , maka 64.000 lebih ip addres
terbuang percuma solusinya adalah dengan memecah ip network sehingga terbentuk
jaringan jaringan yang lebih kecil yang bernama subnet .misalnya terbentuk 2000
subnet yang selanjutnya id yang di peroleh di pakai pada komputer kompter yang
lokasinya berjauhan misalnya 2000 lokasi jaringan komputer terbesar di seluruh
dunia dan untuk menghubungkan semuanya menjadi 1 anda dapat menggunakan router
, jika masih ada subnet id yang belum terpakai bukan kah masih dapat di jual
pada perusahaan lain yang tertarik
Cidr
total ip
/24=256
/25=128
/26=64
/27=32
/28=16
/29=8
/30=1
Contoh
1
10.10.10.10
Id
network dan ip broadcast= valid
10.10.10.10/24
Ip
total/valid=256
Ip
network =10.10.10.0
Ip
broadcast =10.10.10.255
Ip
host =10.101.10.1 sampai
dengan 254
Subnetmask =255 ip total
10.10.10.254
=255.255.255.0
Net=h/ip
total x ip total
=10/256=0
=0x256=0
Ip net =ip
net + ip total-1=
=0+256-1
=255
Contoh
2
192.168.10.28/25
-ip
total =128
-ip
net =28/128=0
=0x128=0
-ip
broad =ip net + ip total -1
=0+128-1
=127
=192.168.10.127
Ip
host =192.168.10.1 sampai 126
Subnet =256- ip total
=256-128=255.255.255.128
=128
Tidak ada komentar:
Posting Komentar