Jumat, 04 September 2015

SUBNETING
MEMANFAATKAN RUMUS
Diberikan sebuah net work-ID, terdapat 3 parameter yang dapat digunakan agar dapat  memahami sub etting. Jika salah satu parameter berikut diketahui, maka dua parameter lain dapat dengan mudah ditemukan, yaitu :
a.       Jumlah host persubnet (hps)
b.      Jumlah subnet (s)
c.       Subnet mask
Sebelum melanjutkan bagian ini, pastikan anda memahami dengan baik pembagian kelas IP address serta subnet mask default untuk masing” kelas tersebut.
Contoh 1
Diberikan jumlah host per subnet dan network –ID:
Network- ID                                        :172.16.0.0
Adalah host/subnet yang diinginkan :4000
a.       Tentukan kelas IP address dari network – ID dalam kasus ini adalah kelas B yang memberikan subnet mask default 255.255.0.0 yang menunjukan bahwa network –ID tersebut mempunyai 16 bit host yang dapat dipakai, total 2^16=65536 alamat tersebut termasuk alamat broadcast dan network – ID.
b.      Jumlah host per subnet sesungguhnya yang dapat dibuat merupakan 2 pangkat n da selanjutnya dikurangi 2 dalam kasus ini adalah 4094, dapat dari 2^ 12 – 2 dan nilain ini disebut hhps.
c.       Hitung jumlah subnet yang diperoleh dengan :
S=a/(hps+2)=65536/(4094+2)=16
A merupakan jumlah total host – ID yang diperoleh sebelum subnet
d.      Untuk mendapatkan subnet mask , hitung jumlah bit yang dipakai host (h)
2^ h = hps +2
2^ h =4096
Log2 (2^ h)= log2 (4096)
H = 12
Dalam biner nilai diatas akan memberikan subnet mask :
11111111 . 11111111 . 11110000 . 00000000 → 12 bit terkanan 0 dalam notasi desimal bertitik ditulis = 255.255.240.0
e.       Hitung jumlah bit yang di mask  dengan m =32 – h = 32 – 12 =20, dimana 32 merupakan jumlah bit total pada subnet mask dan m merupakan jumlah bit total pada subnet dan m merupakan jumlah bit yang di mask, bit yang bernilai 1. Jadi, dalam notasi CIDR akan ditemukan bahwa network – ID dapat ditulis 172.16.0.0/20. Disini jelas bahwa 20 merupakan jumlah bit pada subnet mask yang bernilai 1.

Contoh 2
Diberikan informasi berikut       :
Network – ID                          : 172.16.0.0
Jumlah subnet yang diinginkan    : 13
a.       Seperti contoh sebelumnya, tentukan kelas network – ID di atas.
b.      Jumlah subnet sesungguhnya yang akan terbentuk adalah 2 pangkat n , dalam kasus ini 2^4=16, jadi nilai s=16
c.       Hitung subnet mask dengan menentukan berapa banyak bit yang diperlukan untuk mendapatkan nilai  16, misalnya emb
2^ emb = s
2^ emb = 16
Log2(2^ emb) =log2 (16)
Emb = 4
d.      Jumlah total bit yang dimask (m) adalah jumlah bit dafault yang dimask dalam kelas yang digunakan ditambah jumlah ekstra bit dimask
M = 16+4 =20
Didalam biner dapat ditulis :
111111 . 11111111 . 11110000 . 00000000
→ 20 bit paling kiri yang bernilai 1 sehingga dalam notasi desimal bertitik didapat subnet  mask : 255.255.240.0 atau jika ditulis  dalam notasi  CIDR network – ID menjadi 172.16.0.0/20                    
e.       Untuk memperoleh jumlah host per subnet diperlukan jumlah bit host – ID (h), dimana h=32 -20 = 12
Hps = 2^ h  -2
Hps = 2^ 12 -2
Hps = 4094

Contoh 3
Jika diberikan  suatu netwrok – ID dlam notasi CIDR 172.16.0.0/20, maka anda dapat menetukan :
a.       Jumlah subnet (s) :
Emb ( jumlah bit tambahan yang di mask yaitu jumlah bit host –ID yang di mask) = jumlah bit benilai 1 – jumlah bit yang di- mask pada default subnet kelas IP 172 .16.0.0
Emb = 20  -16
Emb = 4
S = 2^ emb
S = 2^ 4
S = 16   ← jumlah subnet        
b.      Jumlah host per subnet (hps):
Jumlah bit host – ID setelah dimask (h) atau bit host ID yang bernilai 0 = jumlah total bit subnet mask – jumlah bit subnet mask yang bernilai 1 setelah dimask.
H = 32 – m
H = 32 – 20 = 12 ← bit host ID
Hps = 2^ h – 2
Hps = s^ 12 – 2
Hps = 4094

Contoh kasus :

Sebuah perusahaan memperoleh IP network kelas A 64.0.0.0 ( subnet mask default 255.0.0.0). sebagai administrator jaringan disebuah perusahaan tersebut, anda diminta membuat jaringan kecil (subnet) sebanyak banyaknya dengan syarat setiap subnet yang dihasilkan harus dapat menampung 300 host.
Network ID                  : 64.0.0.0
Default subnet mask      :255.0.0.0
Host/subnet (hps)          : 300
Dengan memanfaatkan rumus sebelumnya diperoleh :
a.       Sudah diketahui bahwa kelas A dapat mempunyai sebanyak 16.777.216 alamat host atau sebut saja a.
b.      Untuk membuat sebuah subnet yang dapat menampung sekurang”nya 300 host (workstation), maka anda harus mencari nilai terdekat dari 2^ n , yaitu 2^ 9 yang menghasilkan nilai 512. Artinya subnet yang sedang dirancang akan mampu memberikan IP address kepada maksimal 510 host, 2 IP address dipakai sebagai subnet ID dan alamat broadcast subnet.
c.       Jumlah subnet yang dapat dibuat adalah :
S= a/ (hps+2) = 16.777.216/512 = 32. 768
Artinya dengan tiap” subnet menampung 300 atau 510 host, maka akan diperoleh sebanyak 32.768 subnet.
d.      Setelah melakukan subnetting, subnet mask default tentu ikut berubah :
2^h=hps+2
2^h=512
H= 9 ← jumlah bit subnet mask bernilai 0 dalam biner dalam biner dapat ditulis :
11111111 . 11111111 . 11111110 . 00000000
← 9 bit kanan 0
Subnet mask baru : 255.255.254.0
Jumlah bit subnet mask yang bernilai 1 (m) adalah 23, dan jika network ID 64.0.0.0 ditulis dalam notasi CIDR didapat 64.0.0.0/23
e.       Perhatikan nilai okter pertama pada subnet mask yang tidak bernilai 255, dalam kasus di atas bernilai 254, dan sebut saja y=254. Maka diperoleh nilai
i=256-y=256-254=2← nilai increment

cara lain untuk mendapatkan nilai increment (kenaikan range IP address) dapat dilihat pada contoh subnetting manual dengan mengubah nilai y (254)ke notasi biner , yaitu 11111110. Nilai desimal bit bernilai 1 yang terkecil merupakn nilai increment, yaitu 2, ingat
128  64 ...4    2   1.
Cara terakhir dalam menentukan increment adalah dengan melihat beberapa jumlah oktet pada subnet mask yang semua bit-nya bernilai 0, telat diketahui bahwa hanya ada satu oktet yang memenuhi syarat tersebut  yaitu okte terakhir katakanlah variabel z. Cara ini hanya berlaku jika z tidak 0.
i= (hps+2)/(256z)
i=512/256
i= 2

akhirnya diperoleh subnet” berikut ( lebih 32 ribu subnet):
64.0.0.0
64.0.2.0
64.0.4.0
64.0.8.0
64.0.10.0
...
64.0.248.0
64.0.250.0
64.0.252.0
64.0.254.0
64.1.0.0
64.1.2.0
64.1.4.0
64.1.6.0
64.1.8.0
64.1.10.0
...
64.254.248.0
64.254.250.0
64.254.252.0
64.254.254.0
64.255.0.0
64.255.2.0
64.255.4.0
64.255.6.0
...
64.255.246.0
64.255.264.0
64.255.250.0
64.255.252.0
64.255.254.0

Kenaikan diatas memang berbeda dengan sebekumnya. Ini terjadi karen subnet mask yang terbentuk merupakan subnet mask kelas B (terdapat  dua oktet bernilai penuh 1, 255.255.254.0), sehingga kenaikan nilai 2 dilakukan sampai pada oktet ke -3  (oktet ke -2 dan ke-3) IP network . seandainya subnet mask masih mengarah pada kelas A , maka kenaikan terjadi hanya pada oktet ke-2 IP network.

Pengertian subnetting dan contoh menghitung

            Subneting merupakan suatu teknik yang memungkinkan administrator jaringan memecah suatu jaringan ke dalam beberapa jaringan yang lebih kecil

Keuntungan melakukan subnetting :
1.      Menyederhanakan administrasi dengan bantuan router,jaringan dapat di pecah ke dalam bagian bagian lebih kecil yang dapat dikelola dengan mudah dan effisien
2.      Perubahan struktur jaringan internet tidak berdampak pada jaringan dari suatu organisasi dapat terus menggunakan ip addres yang di dapat tanpa harus meminta tambahan blok ip baru
3.       Keamanan jaringan yang lebih baik .subnetting memungkinkan suatu organisasi memisahkan suatu jaringan internal sehingga tidak akan mudah terdeteksi dari luar
4.      Pembahasan lalu lintas jaringan dengan bantuan router dan subnetting lalu lintas data dalam jaringan di minimumkan ,




Satu contoh kasus di perlukan subnetting adalah sebuah perusahaan memperoleh ip addres network kelas B
130.0.0.0,0 dengan ip network tersebut maka terdapat sebanyak 60.534(2A16-2) alamat ip yang dapat di pasang pada peralatan atau komputeryang terkoneksi ke jaringan yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah host lebih 65.000 tersebut,Suatu hal yang tidak mungkin jika anda harus menempelkan komputer sebanyak itu pada suatu lokasi jika anda hanya menggunakan 1000 komputer pada suatu gedung berlantai banyak , maka 64.000 lebih ip addres terbuang percuma solusinya adalah dengan memecah ip network sehingga terbentuk jaringan jaringan yang lebih kecil yang bernama subnet .misalnya terbentuk 2000 subnet yang selanjutnya id yang di peroleh di pakai pada komputer kompter yang lokasinya berjauhan misalnya 2000 lokasi jaringan komputer terbesar di seluruh dunia dan untuk menghubungkan semuanya menjadi 1 anda dapat menggunakan router , jika masih ada subnet id yang belum terpakai bukan kah masih dapat di jual pada perusahaan lain yang tertarik

Cidr total ip
/24=256
/25=128
/26=64
/27=32
/28=16
/29=8
/30=1






Contoh 1
10.10.10.10
Id network dan ip broadcast= valid
10.10.10.10/24
Ip total/valid=256
Ip network       =10.10.10.0
Ip broadcast     =10.10.10.255
Ip host              =10.101.10.1 sampai dengan 254
Subnetmask      =255 ip total
10.10.10.254
                        =255.255.255.0
Net=h/ip total x ip total
            =10/256=0
            =0x256=0
Ip  net  =ip net + ip total-1=
            =0+256-1
            =255

Contoh 2
192.168.10.28/25
-ip total            =128
-ip net              =28/128=0
                        =0x128=0
-ip broad          =ip net + ip total -1
                        =0+128-1
                        =127
                        =192.168.10.127
Ip host              =192.168.10.1 sampai 126
Subnet              =256- ip total
                        =256-128=255.255.255.128
                        =128
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar